Rabu, 24 November 2010

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

          Kesadaran manusia akan tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja itulah yang dinamakan dengan tanggung jawab.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab ini terdiri dari beberapa konteks, yaitu :
1. Tanggung jawab manusia sebagai individual
Manusia sebagai makhluk individual berarti harus bertanggung jawab terhadap dirinya ( keseimbangan jasmani dan rohani )
2. Tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya
Tanggung jawab ini timbul karena manusia sadar akan keyakinannya terhadap nila-nilai. Terutama keyakinannya terhadap nilai yang bersumber dari ajaran agama.
3. Tanggung jawab dalam pergaulan manusia
Tanggung jawab dalam konteks ini adalah keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung segala resiko atas segala yang menjadi tanggung jawabnya.

          Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban itu sendiri merupakan sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajiban.
Pembagian kewajiban bermacam-macam dan berbeda, diantaranya :
a. Kewajiban terbatas
Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap orang dan sama atau tidak dibeda-bedakan.
b. Kewajiban tidak terbatas
Kewajiban ini berlaku bagi semua orang. Tanggung jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi karena dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.


MACAM TANGGUNG JAWAB

1. Tanggung jawab kepada keluarga
keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari suami isteri (ayah-ibu), anak-anak dan orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga punya tanggung jawab masing-masing di dalam keluarganya. Tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
2. Tanggung jawab kepada masyarakat
segala tingkah laku dan perbuatan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
3. Tanggung jawab kepada bangsa dan negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri, jika salah dia harus bertanggung jawab terhadap negara
4. Tanggung jawab kepada Tuhan
Sebagai hamba Tuhan manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatannya yang salah atau atas segala dosa-dosanya menurut agama.


PENGABDIAN

          Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan yang dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu sendiri  terbagi beberapa macam, antara lain :
1. Pengabdian kepada keluarga
Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada isteri dan anak-anak. Isteri kepada suami dan anak-anaknya atau anak-anak kepada orang tuanya.
2. Pengabdian kepada mayarakat
Demi kepentingan masyarakat, anggota masyarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat.
3. Pengabdian kepada negara
Kecintaan warga negara biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian.
4. Pengabdian kepada Tuhan
Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Hal ini merupakan perwujudan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa


KESADARAN

          Kesadaran adalah keinsyafan atas segala perbuatan yang dilakukan. Kesadaran adalah hati atau pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan.
Kesadaran moral penting sekali untuk diperhatikan, karena pelanggaran moral dapat mengakibatkan kerusakan nama baik seseorang. Semua kesadaran itu penting karena ketidak sadaran adalah salah satu yang dapat menggoncangkan atau membuat kepincangan dalam hidup.
Terkadang orang sadar akan perbuatanyya, tetapi ia tidak menyadari kalau perbuatannya itu melanggar norma hukum, norma sopan santun dan norma moral. Salah satu contoh kasus yang melanggar ketiga norma tersebut yaitu pada kasus video porno Ariel ( peterpan ) dan luna maya. Mereka secara sadar melakukan dan merekam hal yang jelas bertentangan dengan ketiga norma diatas. Karena hal tersebut mereka sudah tidak bisa menjaga nama baik mereka lagi.

PENGORBANAN

          Pengorbanan berasal dari kata korban yang artinya memberikan secara ikhlas harta benda, waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa sekalipun demi sesuatu yang ia yakini kebenarannya, serta demi kecintaan dan kesetiaan.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja dibutuhkan.
Ada beberapa macam pengorbanan, yaitu ;
a. Pengorbanan kepada keluarga
kasih sayang memerlukan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang ataupun cinta.
b. Pengorbanan kepada masyarakat
Sebagai makhluk sosial manusia merasa terikat dengan masyarakatnya. Karena itu demi pengabdiannya kepada masyarakat, ia tidak lepas dari pengorbanan.
c. Pengorbanan kepada bangsa dan negara
Sebagai warga negara dari suatu bangsa kita punya kewajiban untuk membela negara, hal itulah yang dinamakan pengorbanan. Demi negara orang rela kehilangan harta benda, raga bahkan nyawa sekalipun dengan ikhlas.
d. Pengorbanan karena kebenaran
Demi kebenaran orang tidak takut menghadapi apapun. Perang kemerdekaan merupakan contoh pengorbanan demi kebenaran.
e. Pengorbanan kepada agama
Berkorban kepada agama berarti juga berkorban demi cintanya kepada Allah. Rakyat palestina misalnya masih tetap berjuang sampai sekarang demi membela agama Allah meski mereka harus kehilangan anggota keluarga dan nyawa mereka sendiri. Berbagai penderitaan dan siksaan mereka alami dengan ikhlas hanya demi satu tujuan yaitu membela agamanya.



Referensi :
Drs. Djoko Widagdho, dkk; Ilmu Budaya Dasar;PT bumi aksara;jakarta,2008

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

PANDANGAN HIDUP

Pandangan Hidup adalah dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup  sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup disebut juga filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan  golongan.
Setiap manusia baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya saja yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya atau kurang luas wawasannya, maka apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah kepada hal yang bersifat negatif.
Disinilah  pandangan hidup dibutuhkan peranannya bagi seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini benar, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan ceroboh atau gegabah  menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya nanti.
Biasanya orang akan selalu ingat dan taat kepada Tuhan bila sedang menghadapi kesusahan hidup Namun bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta berkecukupan, lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Tuhan. Hal ini dikarenakan  beberapa faktor, antara lain  :
  1. Kurangnya penghayatan tentang pandangan hidup yang diyakini.
  2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
  3. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
  4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
  5. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Meski demikian, pandangan hidup erat kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideologi. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.

      Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan serta petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
1.  Pandangan hidup yang berasal dari agama,
2.  Pandangan hidup dari ideologi
3.  Pandangan hidup hasil renungan.

 Pandangan hidup terdiri dari 4 unsur, yaitu :
1.  Cita - Cita yang diinginkan dapat diraih dengan usaha dan perjuangan,
2.  Berbuat baik dalam segala hal dapat membuat seseorang merasa bahagia, damai, dan tentram,
3.  Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi oleh keyakinan, dan
4.   Keyakinan dan kepercayaan adalah hal yang terpenting dalam hidup manusia.

CITA - CITA
       Cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup merupakan pandangan hidup manusia. Hal tersebut tak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Setiap manusia pasti punya cita-cita dalam kehidupannya.
Sejak lahir atau masih bayi orang tua telah mencita-citakan agar kelak anaknya menjadi orang yang sesuai dengan keinginannya. Kadar atau tingkat cita-cita, kebijakan dan sikap hidup itu berbeda-beda tergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.
      Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Seringkali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita-cita itu penting karena menandakan kedinamikaan manusia.
      Kadang-kadang cita-cita diartikan sebagai angan-angan. Hal ini terjadi pada anak usia TK atau SD dan yang belum sekolah. Setelah anak besar seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman maka angan-angan tersebut juga berubah tetapi bisa juga tetap.
      Ada 3 kategori keadaan hati seseorang, antara lain :
1. Orang  berhati keras
Orang seperti ini tidak akan berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tak akan menghiraukan segala rintangan dan biasanya orang seperti ini akan sukses dengan gemilang.
2. Orang berhati lunak
Biasanya orang berhati lunak dalam menggapai cita-cita menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi. Tapi ia tetap berusaha mencapai cita-citanya meski lambat tetap akan berhasil juga.
3. Orang berhati lemah
Mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Jika menghadapi rintangan mudah berganti haluan dan keinginan.

     Cita-cita, keinginan dan harapan banyak menimbulkan daya kreatifitas seniman. Banyak hasil seni lahir dari hal tersebut, antara lain : drama, novel, film, musik, tari, filsafat dan lain sebgainya.

KEBAJIKAN

Perbuatan moral atau perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika dapat dikatakan dengan kebajikan.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan bermoral.
Manusia adalah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu akan terpisah bila manusia meninggal.
Kita dapat melihat kebajikan itu dari tiga segi, yaitu :
  • Manusia sebagai pribadi, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau buruk. Jadi suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia sering tidak mau mendengarkan.
  • Manusia sebagai anggota masyarakat, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat, manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatan.
  • Manusia sebagai makhluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau Kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk Hukum Tuhan atau Hukum agama
Kebajikan itu merupakan perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, masyarakat, dan hukum Tuhan. Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik yang bermaksud mencari keuntungan sendiri.

SIKAP HIDUP

Merupakan keadaan hati dalam menghadapi hidup ini baik secara positif atau negatif. Sikap ini ada dalam hati dan hanya kita yang tahu. Setiap manusia mempunyai sikap yang berbeda-beda. Sikap dapat berubah sesuai situasi dan kondisi serta lingkungan.
Dalam menghadapi kehidupan, manusia selalu menghadapi manusia lain atau menghadapi sekelompok manusia. Ada beberapa sikap etis (positif) dan non etis (negatif).


Ada tujuh sikap etis, yaitu :
  • sikap lincah 
  • sikap arif
  • sikap rendah hati
  • sikap berani
  • sikap tenang - sikap halus
  • dan sikap bangga
Sikap non etis, yaitu :

  •  sikap kaku
  • sikap takut
  • sikap gugup  
  • sikap kasar
  • sikap angkuh  
  • sikap rendah diri

Sikap non etis sebaiknya dijauhkan dari diri pribadi., karena sangat merugikan baik bagi pribadi masing-masing maupun bagi kemajuan bangsa.
Sikap tidak lain merupakan produk dari proses sosialisasi yang berarti bahwa sikap seseorang terhadap obyek tertentu pada dasarnya merupakan hasil penyesuaian diri seseorang terhadap obyek yang bersangkutan dan dipengaruhi oleh lingkungan serta kesediaan untuk bereaksi terhadap obyek tersebut.
Ada yang berpendapat bahwa sikap berpangkal pada pembawaan atau kepribadian, dan ada yang menempatkan sikap sebagai motif atau suatu konstruk yang mendasari tingkah laku seseorang. Ada juga yang mengidentikkan sikap dengan keyakinan, kebiasaan, pendapat, dan konsep-konsep yang dikembangkan seseorang.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap tidak dapat dilihat secara langsung tetap harus ditafsirkan terlebih dahulu sebagai tingkah laku yang masih tertutup.
Sikap manusia bukanlah konstruk yang berdiri sendiri tetapi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konstruk lain, seperti :
1. Dorongan
adalah keadaan organisme yang menginisiasikan kecenderungan kearah aktifitas umum.
2. Motivasi
Kesiapan yang ditujukan pada sasaran dan dipelajari untuk tingkah laku bermotivasi.
3. Nilai-nilai
sasaran atau tujuan yang bernilai terhadap berbagai pola sikap yang dapat diorganisir.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
 
Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab hal itulah manusia memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Satu diantara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dan juga menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Kesadaran terhadap kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.
Manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. Sadar bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi., bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.
Disana nantinya setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa segala perbuatan itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu  berusaha mencari sesuatu yang dapat menuntunnya kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan. 
          Dengan demikian bahwa pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Tapi tidak semua manusia yang memahaminya, sehingga banyak orang yang memeluk suatu agama semata-mata karena dasar keturunan. Akibatnya banyak orang yang beragama hanya pada lahirnya saja Atau yang sering dikenal dengan agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, seperti dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam satu hadistnya : Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal.
Maksud Nabi Muhammad SAW tersebut ialah agar manusia dalam memilih suatu agama benar-benar berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena  keturunan. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat-236 yang artinya :
Tidak ada paksaan untuk memasuki sesuatu agama, sesungguhnya telah jelas antara jalan (agama) yang benar dan jalan (agama) yang salah.
Oleh karena itu pandangan hidup sangat penting. Baik untuk kehidupan sekarang maupun di akhirat. Dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya.
Perlu disadari bahwa baik Tuhan maupun agama bagi kita adalah suatu kebutuhan. Bukan kebutuhan sesaat seperti makan, minum, tidur, dan sebagainya. Melainkan kebutuhan yang terus menerus dan abadi. Karena kita memerlukan perlindungan Allah SWT.


Referensi :
http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://arbip.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://isdstai.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-pandangan-hidup.html

Sabtu, 20 November 2010

MANUSIA DAN KEADILAN

KEADILAN

   Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka kita wajib bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Keadilan pada dasarnya terletak pada kesinambungan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban.
     Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, jika tidak sama maka masing- masing orang akan menerima bagian yang tidak sama. Sedangkan pelangggaran terjadi jika proporsi tersebut disebut tidak adil.
      Menurut Plato keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dengan menggunakan akal. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Hal ini diproyeksikan kepada pemerintah sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
     Keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

KEADILAN SOSIAL


     Di Indonesia keadilan tercantum dalam sila kelima pancasila, berbunyi : " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Sila ini mengandung prinsip bahwa setiap warga Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi dan kebudayaan.

Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap suasana kekeluargaan dan
kegotong royongan.
2. Sikap adil terhadap sesama,  menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama

Ada berbagai Macam Keadilan :
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal
2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komutatif

Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

KEJUJURAN

     Kejujuran atau jujur berarti apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya. Atau bisa berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Bisa dikatakan jujur berarti menepati janji atau kesanggupan baik yang telah terlahir dalam kata-kata maupun didalam hati.
Bersikap jujur berarti mewujudkan keadilan. Keadilan menuntut kemuliaan abadi. Jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, menyucikan dan membuat luhur budi pekerti. Bersikap teguhlah meski kejujuran dapat merugikan dirimu dan jangan berdusta meski dusta itu menguntungkanmu.
     Pada hakikatnya jujur atau jejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, pengakuan adanya persamaan hak dan kewajiban, serta rasa takut akan kesalahan dan dosa.
Berbagai macam hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur diantaranya ; mungkin karena tidak rela, pengaruh lingkungan, sosial ekonomi, terpaksa ingin populer,  karena sopan santun dan untuk mendidik.
untuk mempertahankan kejujuran berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun, demi sopan santun dan pendidikan orang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai batas-batas yang dibenarkan.

 KECURANGAN

     Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang berseberangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.   Faktor ekonomi. 
Setiap orang berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekeliling kita
2.   Faktor Peradaban dan Kebudayaan  
Hal ini sangat mempengaruhi sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3.   Teknis. 
Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil, kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain.
      Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena keduanya sangat bertolak belakang dan berseberangan.

PEMULIHAN NAMA BAIK
 
      Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih lagi jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga disekitamya. Hal itu adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.

     Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
  a. Manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
  b. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan
dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

     Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.


     Untuk memulihkan nama baik manusia harus bertobat atau meminta maaf. Tobat dan maaf tidak hanya di bibir melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah, berbuat budi darma, hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang, tanpa pamrih, takwa kepada Tuhan, dan mempunyai sikap suka rela, jujur dan berbudi luhur.



PEMBALASAN

     Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa panutan
yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikan pun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
     Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasamya, menusia adalah mahluk moral dan mahiuk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.
     Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

      Berbuat adil berarti menjunjung tinggi dan menghargai harkat dan martabat manusia. Berbuat sebaliknya berarti menginjak-injak harkat dan martabat manusia. berbuat demikian berati menganggap manusia lain lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang lain. Padahal hakikatnya manusia itu sama.


Referensi :
http://efrin4mzil.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-keadilan.html
http://antihitamputih.wordpress.com/2010/03/24/manusia-dan-keadilan/
http://orggoblog.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-keadilan.html

Rabu, 17 November 2010

MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENDERITAAN

Hampir semua manusia di dunia ini merasakan yang namanya penderitaan. Tak peduli dia kaya atau miskin, dari golongan bangsawan, raja, presiden bahkan Nabi Muhammad utusan Allah sekalipun pernah mengalami yang namanya penderitaan. Ada penderitaan fisik (lahir) dan penderitaan psikis (batin). Oleh sebab itu tergantung bagaimana manusianya menyikapi penderitaan itu sendiri. Berbagai cara dilakukan orang untuk lari atau menghinadar dari penderitaan. Banyak orang kadang memilih bunuh diri dengan cara melompat dari gedung bertingkat, atau terlibat dengan obat-obatan terlarang dan banyak hal-hal negatif lainnya yang dilakukan hanya untuk mghindar dari yang namanya penderitaan.

Sebenarnnya apa itu penderitaan yang menjadi sosok menakutkan yang mesti dihindari meski dengan cara ekstrim sekalipun oleh manusia?

Penderitaan itu dari kata derita yang berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Baik dalam Alqur'an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia itu berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumya manusia itu kurang memperhatikan peringatan tersebut sehingga menganggap penderitaan itu adalah hal yang harus segera diakhiri apapun caranya itu.

Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan ini. Banyaknya kasus tersebut sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia.
Hampir semua karya besar dalam bidang seni dan filsafat lahir dari imajinasi penderitaan.
- Epos Ramayana dan Mahabrata merupakan  cerita yang penuh penderitaan.
- Karya Shakespeare pun banyak mengungkapkan penderitaan batin yang dialami pelakunya dalam kisah  "Romeo dan Juliet". Disini Shakespeare ingin mengkomunikasikan  penderitaan batin dua remaja yang saling jatuh cinta namun tidak direstui oleh kedua orang tua mereka.
- Banyak cerita-cerita lainnya yang isinya selalu ada penderitaan. Tanpa adanya penderitaan alur ceritanya menjadi kurang menarik.

Pada umumnya banyak Tokoh-tokoh besar dari berbagai negara termasuk indonesia yang sebelum jadi orang besar hidupnya penuh dengan penderitaan, tapi mereka mampu menjadikan penderitaan sebagai motivasi hidup sehingga nama mereka bisa dikenang sampai sekarang dan dijadikan panutan bagi kita semua. Diantaranya adalah :
- Dalam riwayat hidup Buddha Gautama yang dipahatkan dalam bentuk relief pada dinding candi Borobudur. Biarpun berupa relief, namun hati kita pilu dan haru, pada saat melihatnya. Seorang pangeran (Sidharta ) yang meninggalkan istana yang penuh kemewahan, masuk hutan menjadi bhiksu dan makan dengan cara mengemis. Mengembara di hutan yang penuh penderitaan dan tantangan.
- Dalam kisah Nabi Muhammad, diceritakan sebagai anak yatim, dan kemudian yatim piatu; dibesarkan oleh kakeknya kemudian pamannya, yang semuanya penuh penderitaan. Ia mengembala kambing, bekerja pada orang (buruh), dan sebagainya. Bahkan lebih 75 % dari hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa.
- Nabi Isa pun hidupnya penuh penderitaan. Bahkan lahirnya pun di palungan.
- Hamka mengalami penderitaan yang hebat pada masa kecilnya, hingga ia hanya sempat bersekolah kelas II SD saja.
- Bung Hatta beberapa kali menjalani pembuangan ditengah hutan Irian jaya yang penuh belukar dan penyakit. Dan akhirnya menjadi pemimpin bangsa ini.
  Ketika kita membaca riwayat hidup para tokoh tersebut, kita dihadapkan kepada jiwa besar, harga diri, berani karena benar, rasa tanggung jawab dan semangat untuk berjuang yang tiada kenal kata menyerah.

Pada saat sekarang ini perkembangan teknologi modern menyebabkan berita tentang penderitaan semakin cepat meluas melalui berbagai media massa. Berita sebab-sebab manusia menderita seperti gunung meletus, tsunami, banjir bandang, kebakaran silih berganti mengisi media massa dengan maksud agar kita semua dapat melihat dan merasakan bagaimana penderitaan mereka meski dari kejauhan. Dari hal ini kita tahu bahwa penderitaan merupakan bagian penting dan menarik bagi media massa dimanapun itu. Ini disebabkan karena penderitaan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.


PENDERITAAN SEBUAH FENOMENA UNIVERSAL

Sebenarnya penderitaan terjadi tidak hanya lantaran perang atau karena tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang menyebabkan penderitaan manusia, seperti; bencana alam, musibah atau kecelakan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan sebagainya. Penderitaan bisa dikatakan sebagai fenomena yang universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia zaman sekarang, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang mana akan menimbulkan penderitaan bagi yang tidak mampu untuk memenuhinya. Akan tetapi penderitaan itu telah ada sejak kelahiran manusia pertama yaitu nabi Adam. Betapa menderitanya nabi Adam dan Hawa ketika ia harus meninggalkan surga lantaran tindakannya yang tidak mengikuti perintah Tuhan dan lebih mengikuti nafsunya dan bujukan syaitan.

Selain itu penderitaan sebagai fenomena universal tidak mengenal perbedaaan  manusia. Maksudnya, penderitaan juga bisa dialami oleh manusia-manusia suci atau nabi dan rasul. Begitu universalnya fenomena penderitaan maka tidak mengherankan kalau banyak para seniman dan filsuf mengangkat penderitaan dalam karya-karya seni dan ajaran filsafatnya. Bahkan bisa dikatakan hampir semua karya seni lahir dari imajinasi penderitaan.

SIKSAAN

Bebicara tentang siksaan maka terbayang pada ingatan kita tentang neraka dan dosa. Macam siksaan bertebaran diantara 69 buah ayat dari surat Al-Ankabut, antar lain ayat 40 yang menyatakan :
" Masing-masing bangsa itu Kami siksa dengan ancaman siksaan karena dosa-dosanya. Ada diantaranya Kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkam kedalam tanah seperti Qarun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nabi Nuh. Dengan siksaan-siksaa n itu Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jugalah yang menganiaya diri sendiri karena dosa-dosanya."

Siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati , siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas baik bagi yang yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung atau tak langsung. Terbuktinya dengan banyaknya tulisan baik berupa cerpen , berita ataupun novel yang mengisahkan siksaan orang. Dengan membaca hasil seni yang berupa siksaan kita dapat memetik hikmahnya. Karena kita dapat menilai arti manusia, harga diri, kejujuran, kesabaran, dan ketakwaan.

RASA SAKIT

Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit ataupun sakit. Penyakit atau sakit sehingga ada rasa sakit  dapat menimpa setiap manusia. Semua manusia tak dapat menghindarkan diri bila telah tertimpa oleh rasa sakit tersebut bahkan dokter sekalipun tak dapat menghindarinya.
Penderitaan rasa sakit dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dengan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibatnya.
Rasa sakit dalam kehidupan sehari-hari ada tiga macam:
1. sakit hati
 Sakit hati banyak pula jenis dan sifatnya. Sakit hati dapat menyebabkan orang berfikir terus, yang akibatnya  dapat menjadikan si pendeita sakit fisik.
2. Sakit syaraf
3. Sakit jiwa

Rasa sakit banyak hikmahnya antara lain dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa sosial dan sebagainya.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Penderitaan itu ternyata berasal dari dalam dan luar diri manusia itu sendiri. Atau disebut juga dengan faktor internal dan eksternal.
Dalam diri manusia ada cipta, rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktifitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik rasa maupun karsa selalu ingin dipuaskan. Apabila telah dipenuhi barulah manusia akan merasa senang atau bahagia. Dan jika tidak terpenuhi maka akan menderita.
Rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu yaitu rasa takut. Rasa takut setiap saaat dan setiap tempat dapat muncul. Maka hal itu merupakan musuh utama  manusia (Dr. Orison Sweet Marden)
Sekarang yang paling penting upaya kita untuk meniadakan rasa takut dan rasa kurang itu Karena keduanya itu termasuk penyakit batin manusia maka usaha terbaik adalah menyehatkan batin itu.
Kita mengetahui bahwa faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan eksternal. Faktor ini dapat dibedakan dua macam yaitu ;
1. Eksternal murni
Yaitu penyebab yang benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan.
2. Eksternal tak murni
Yaitu penyebabnya tampak dari luar diri manusia, tetapi sebenarnya dari dalam diri manusia yang bersangkutan.

Bila kita mengalami penderitaan maka sikap kita yang paling jitu adalah "mawas diri". Dengan jalan itu dapat memperoleh jawaban penderitaan sebagai ujian Allah, sehingga kita menjadi orang yang sabar dan tawakkal sambil berikhtiar menyingkirkan penderitaan.


Referensi :
Drs. Djoko Widagdho, dkk; Ilmu Budaya Dasar;PT bumi aksara;jakarta,2008

Minggu, 14 November 2010

TEST AWAL DAN AKHIR BILANGAN BINER

Test Awal Bil.Biner

1. Carilah bil. hexadesimal dari ( 8754 )10 !
   jawab:
    Ubah dulu bil.desimal (8754)10 menjadi bil.biner dengan cara membagi 2
    8754 : 2 = 4377 sisa 0                                                               
    4377 : 2 = 2188 sisa 1                                                 
    2188 : 2 = 1094 sisa 0                          
    1094 : 2 = 547   sisa 0
     547  : 2 =  273  sisa 1
    273  :  2 = 136  sisa  1
   136   :  2 =  68  sisa 0
   68     :  2 =  34  sisa 0
   34     :  2  =   17 sisa 0
   17     :  2  =   8   sisa 1
    8      :  2   =   4   sisa 0
    4      :  2  =  2   sisa 0
    2     :   2  =   1   sisa 0

(8754)10 = (10001000110010)2
Cara merubah biner menjadi hexadesimal yaitu dengan mengelompokan 4 digit dari kanan
10   0010   0011   0010
2       2          3        2
(8754)10 = (2232)16

2. Carilah bil. Oktal dari (872)10 !
    Ubah dulu menjadi bil. biner dengan cara membagi 2
    (872)10 = (1101101000)2 
    Cara mencari Oktal dari desimal yaitu dengan mengelompokan 3 digit dari kanan
          1       101      101   000 
       1        5          5        0
 (872)10 = (1550)8

3. Hitunglah nilai Oktal dari (101110111)2 !
    Kelompokan 3 digit dari kanan
           101       110     111
          5            6           7
   (101110111)2 = (567)8
 Test Akhir Bil.Biner
1. Ubahlah (251)8 menjadi bil.biner !
    jawab
    Ubah terlebih dahulu ke bil.desimal
    (251)8 = (137)10  
    (251)8 = (10101001)2
 Atau dengan melihat Tabel Digit Oktal
    2  = 010
    5  =  101
    1  =  001
    (251)8 = (10101001)2

2. (110101101011)2 menjadi bil.hexadesimal !
     Caranya kelompokan menjadi 4 digit dari kanan 
                  1101     0110      1011     
                      D          6            B
     (110101101011)2 = (D6B)16

Kamis, 11 November 2010

MANUSIA DAN KEINDAHAN

1. PENGERTIAN KEINDAHAN

     Keindahan asal katanya dari kata indah,artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya. Benda-benda yang  mempunyai sifat indah biasanya adalah hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, suara, warna, dan lainya. Ruang lingkup keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia itu sendiri dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.

     Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

    Menurut The Liang Gie dalam bukunya ''garis Besar estetik " (filsafat keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata "beautiful", Perancis "beau", Italia dan Spanyol "bello". 
Selain itu Liang Gie juga membedakan pengertian keindahan menurut luasnya:
1. Keindahan dalam arti luas
    Hal ini mengandung pengertian tentang ide kebaikan. Pengertian yang seluas-luasnya ini meliputi :
     a. Keindahan Seni
         Di Indonesia banyak sekali  keindahan seni dari keanekaragaman budaya daerahnya yang dapat kita lihat. Misalnya pada seni tari tradisional yang terdapat didaerah Bali, yaitu Tari pendet
   b. Keindahan Alam
       Misalnya Keindahan Alam Indonesia yang merupakan suatu negara kepulauan dengan iklim tropisnya.
 
    c. Keindahan Moral
    d. Keindahan Intelektual

2. Keindahan dalam arti estetik murni, ini menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. keindahan dalam arti yang terbatas, yang artinya lebih sempit sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap oleh penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keseimbangan (balance), dan kebalikan (contrast). Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Atau bisa dikatakan juga keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan yang mengamati.

2. MAKNA KEINDAHAN

Ada beberapa persepsi tentang keindahan, yaitu :
a. Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy)
b. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian yang saling berhubungan satu sama lain atau dengan keseluruhan itu sendiri (Baumgarten)
c. Keindahan harus bisa memupuk perasaan moral. Oleh karena itu yang indah hanya yang baik (Sulzer)
d. Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan (Winchelmann)
e. Yang memiliki proporsi yang harmonis itulah yang indah (Shaftesbury)
f. Keindahan ialah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume)

3. RENUNGAN

    Renungan asal katanya dari renung, yang artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam. Renungan merupakan hasil merenung. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan didasarkan atas tiga macam teori, yaitu sebagai berikut :
 
1). Teori Pengungkapan
      Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutarna bertalian dengan apa yang dialarni oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf ltalia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalarn bahasa Inggris "esthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau antara lain menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan). Expression adalah sarana dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan garnbaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud berbagai garnbaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalarn dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalarn garnbaran angan-angan.
      Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoy dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalarninya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak,garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalarn kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

2). Teori Metafisika
      Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). lni sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi, ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi tersebut. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan nimemis (tiruan) dari realita duniawi.
Dalarn zarnan modern suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemaharnan terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara. Dunia obyektif sebagai ide hanyalah wujud luar dari keinginan itu. Selanjutnya ide-ide itu mempunyai perwujudan sebagai benda-benda khusus. Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuarr yang lebih tinggi kedudukannya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan kepada ide-ide dan merenungkannya demi ide-ide itu sendiri. Dengan melalui perenungan semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3). Teori Psikologis
     Teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
   Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori perrnainan yang dikembangkan oleh Freidrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam perrnainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan. Seseorang yang semakin meningkat taraf kehidupannya tidak memakai habis energinya untuk keperluan sehari-hari, kelebihan tenaga itu digunakan untuk menciptakan kebutuhan dan kesempatan untuk melakukan rangkaian permainan yang imaginatif dan kegiatan yang akhimya menghasilkan karya seni. Teori permainan tentang seni tidak sepenuhnya diterima oleh para ahli estetik. Kebenaran pokok yang dapat diajukan ialah bahwa permainan merupakan suatu kreasi, padahal seni adalah kegiatan yang serius dan pada dasamya kreatif.
   Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Simbol atau tanda yang menyerupai atau mirip dengan benda yang dilambangkan disebut iconic sign (tanda serupa), misalnya tanda lalu lintas yang memperingatkan jalan yang berbelok-belok dengan semacam huruf  "Z" adalah suatu tanda yang serupa atau mirip dengan keadaan jalan yang dilalui. Menurut teori penandaan itu, karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya. Sebagai contoh sebuah lagu dengan irama naik turun dan alunan cepat lambat serta akhimya berhenti adalah simbol atau tanda dari kehidupan manusia dengan pelbagai perasaannya yang ada pasang  surut serta tergesa-gesa atau santainya dan ada akhirnya.

4. KESERASIAN


    Keserasian berasal dari kata serasi,  serasi kata dasarnya rasi yang artinya cocok, sesuai, selaras, atau kena benar. Kata-kata tersebut mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan keseimbangan.
Dalam perpaduan misalnya, dari segi berpakaian perpaduan warna bagian atas dan bawah harus sesuai dan disesuaikan juga dengan warna kulit. Apabila cara memadukannya  kurang cocok, maka akan tidak enak di pandang. Sebaliknya, bila serasi  akan membuat orang senang melihatnya. Atau orang yang berkulit gelap kurang pantas bila memakai baju warna hijau, karena warna itu justru menggelapkan kulitnya.
    Pertentangan pun menghasilkan keserasian. Misalnya dalam irama musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualita / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity). keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance), dan keterbalikan (contrast). Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Tetapi ada yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalarn suatu benda dan diantara benda itu dengan yang mengamati.
   
5. KEHALUSAN

     Berasal dari kata halus yang artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab.Atau bisa dikatakan juga sifat-sifat yang halus, kesopanan atau keadaban.
Halus merupakan sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun masyarakat luas. Lembut dalam menghadapi orang, perkataan, roman muka dan sikap anggota badan lainnya.
Unsur - unsur yang dapat menciptakan sikap halus atau kasar yaitu :
a. Anggota Tubuh (Badan)
Menurut Alex Gunur dalam bukunya yang berjudul “Etika” menjelaskan bahwa anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan atau kasar ialah kaki, tangan, kepala, bahu, mulut, bibir, mata, roman muka. Orang yang kesadaran etikanya tinggi sikap kakinya dikendalikan dengan baik untuk tidak mengganggu atau merugikan orang lain.
b. Bahasa
Dari segi bahasa Alex Gunur menjelaskan bahwa perkataan yang tersusun dalam kalimat-kalimat adalah merupakan ungkapan atau gambaran isi hati, keinginan, pendapat (ide) atau sikap kita terhadap orang lain.
Orang yang mempunyai kesadaran etis yang tinggi bisa memilih kata yang sopan dan penyusunannya juga teratur serta pandai mengatur dan mengendalikan nada irama atau alun suara dalam mengungkapkan isi hati, keinginan atau pendapatnya.
c. Bagian-Bagian Rohaniah
Ada tiga unsur rohaniah yang melahirkan sikap, yaitu :
- Pikiran
Dengan pikiran manusia dapat menciptakan pengetahuan, gagasan, pendapat, ide, daya upaya atau akal, teori, pertimbangan, renungan, kesadaran, kebijakan dan sebagainya. Semua itu dapat melahirkan sikap seperti ingin tahu, sikap mengerti, sikap sadar, sikap rasional, apa yang terkandung dalam pikiran dan melahirkan sikap tertentu, misalnya orang yang sedang kusut pikirannya akan tampak pada roman muka yang murung.
- Perasaan
 mempunyai sifat yang sangat peka dalam menghadapi masalah-masalah hidup yang timbul dalam hubungan pergaulan antara manusia, sebab itu perasaan perlu dikendalikan dengan baik.
- Kemauan
Dengan unsur ini manusia dapat menentukan pilihan berbuat atau tidak berbuat sesuatu, berbuat baik atau berbuat tidak baik. Kemauan baik sifatnya luhur dan tidak merugikan orang lain, sebaliknya kemauan buruk akan merugikan orang lain dan dapat menyusahkan diri sendiri maupun orang lain, baik yang menyangkut jiwa, jasmani maupun material, selain itu juga ada kemauan keras, kemauan lunak dan kemauan lemah.

6. MANUSIA DAN KEINDAHAN

    Agar orang tidak terjerumus kedalam "keindahan semu", maka orang itu harus selalu mempertemukan keindahan subjektif dengan keindahan objektif. Seseorang dikatakan berpribadi mulia, bila ia memiliki rasa keindahan atau minatnya terhadap keindahan cenderung kepada keindahan objektif. Orang yang seperti itu perilakunya akan baik pula, sesuai sabda Nabi Muhammad saw :
"Dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Manakala segumpal daging itu baik, maka akan baiklah jasad manusia itu seluruhnya. Tetapi manakala segumpal daging itu tidak baik, maka akan menjadi tidak baiklah jasad manusia itu seluruhnya. Segumpal daging yang dimaksud adalah hati".



Referensi :
Drs. Djoko Widagdho, dkk; Ilmu Budaya Dasar;PT bumi aksara;jakarta,2008
http://skyrider27.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-keindahan.html
http://romandar.multiply.com/journal/item/1/Manusia_dan_Keindahan


Selasa, 02 November 2010

BAAK Online

BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. 
Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :

  1. BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
  2. Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
  3. Bagian Koordinasi Perkuliahan
    • Sub Bagian Jadwal Kuliah;
    • Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
    • Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
  4. Bagian Monitoring Kuliah.
    • Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
    • Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa.

Kelebihan BAAK Online :
  • Dapat mempermudah mahasiswa dalam melakukan administrasi perkuliahan
  • Mempermudah mahasiswa dalam memperoleh informasi
  • Karena sistemnya online sehingga dapat di akses dimana saja
  • Dapat mendisiplinkan mahasiswa dalam sistem perkuliahan              
Kekurangan BAAk Online :
  • Tidak ada toleransi karena semuanya sudah diatur oleh sistem
  • Bagi mahasiswa yang tidak aktif membuka situs BAAk akan ketinggalan informasi


Referensi :