Rabu, 24 November 2010

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

PANDANGAN HIDUP

Pandangan Hidup adalah dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup  sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup disebut juga filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan  golongan.
Setiap manusia baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya saja yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya atau kurang luas wawasannya, maka apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah kepada hal yang bersifat negatif.
Disinilah  pandangan hidup dibutuhkan peranannya bagi seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini benar, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan ceroboh atau gegabah  menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya nanti.
Biasanya orang akan selalu ingat dan taat kepada Tuhan bila sedang menghadapi kesusahan hidup Namun bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta berkecukupan, lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Tuhan. Hal ini dikarenakan  beberapa faktor, antara lain  :
  1. Kurangnya penghayatan tentang pandangan hidup yang diyakini.
  2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
  3. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
  4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
  5. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Meski demikian, pandangan hidup erat kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideologi. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.

      Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan serta petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
1.  Pandangan hidup yang berasal dari agama,
2.  Pandangan hidup dari ideologi
3.  Pandangan hidup hasil renungan.

 Pandangan hidup terdiri dari 4 unsur, yaitu :
1.  Cita - Cita yang diinginkan dapat diraih dengan usaha dan perjuangan,
2.  Berbuat baik dalam segala hal dapat membuat seseorang merasa bahagia, damai, dan tentram,
3.  Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi oleh keyakinan, dan
4.   Keyakinan dan kepercayaan adalah hal yang terpenting dalam hidup manusia.

CITA - CITA
       Cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup merupakan pandangan hidup manusia. Hal tersebut tak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Setiap manusia pasti punya cita-cita dalam kehidupannya.
Sejak lahir atau masih bayi orang tua telah mencita-citakan agar kelak anaknya menjadi orang yang sesuai dengan keinginannya. Kadar atau tingkat cita-cita, kebijakan dan sikap hidup itu berbeda-beda tergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.
      Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Seringkali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita-cita itu penting karena menandakan kedinamikaan manusia.
      Kadang-kadang cita-cita diartikan sebagai angan-angan. Hal ini terjadi pada anak usia TK atau SD dan yang belum sekolah. Setelah anak besar seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman maka angan-angan tersebut juga berubah tetapi bisa juga tetap.
      Ada 3 kategori keadaan hati seseorang, antara lain :
1. Orang  berhati keras
Orang seperti ini tidak akan berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tak akan menghiraukan segala rintangan dan biasanya orang seperti ini akan sukses dengan gemilang.
2. Orang berhati lunak
Biasanya orang berhati lunak dalam menggapai cita-cita menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi. Tapi ia tetap berusaha mencapai cita-citanya meski lambat tetap akan berhasil juga.
3. Orang berhati lemah
Mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Jika menghadapi rintangan mudah berganti haluan dan keinginan.

     Cita-cita, keinginan dan harapan banyak menimbulkan daya kreatifitas seniman. Banyak hasil seni lahir dari hal tersebut, antara lain : drama, novel, film, musik, tari, filsafat dan lain sebgainya.

KEBAJIKAN

Perbuatan moral atau perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika dapat dikatakan dengan kebajikan.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan bermoral.
Manusia adalah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu akan terpisah bila manusia meninggal.
Kita dapat melihat kebajikan itu dari tiga segi, yaitu :
  • Manusia sebagai pribadi, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau buruk. Jadi suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri. Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia sering tidak mau mendengarkan.
  • Manusia sebagai anggota masyarakat, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat, manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatan.
  • Manusia sebagai makhluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau Kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk Hukum Tuhan atau Hukum agama
Kebajikan itu merupakan perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, masyarakat, dan hukum Tuhan. Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan semu ini berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik yang bermaksud mencari keuntungan sendiri.

SIKAP HIDUP

Merupakan keadaan hati dalam menghadapi hidup ini baik secara positif atau negatif. Sikap ini ada dalam hati dan hanya kita yang tahu. Setiap manusia mempunyai sikap yang berbeda-beda. Sikap dapat berubah sesuai situasi dan kondisi serta lingkungan.
Dalam menghadapi kehidupan, manusia selalu menghadapi manusia lain atau menghadapi sekelompok manusia. Ada beberapa sikap etis (positif) dan non etis (negatif).


Ada tujuh sikap etis, yaitu :
  • sikap lincah 
  • sikap arif
  • sikap rendah hati
  • sikap berani
  • sikap tenang - sikap halus
  • dan sikap bangga
Sikap non etis, yaitu :

  •  sikap kaku
  • sikap takut
  • sikap gugup  
  • sikap kasar
  • sikap angkuh  
  • sikap rendah diri

Sikap non etis sebaiknya dijauhkan dari diri pribadi., karena sangat merugikan baik bagi pribadi masing-masing maupun bagi kemajuan bangsa.
Sikap tidak lain merupakan produk dari proses sosialisasi yang berarti bahwa sikap seseorang terhadap obyek tertentu pada dasarnya merupakan hasil penyesuaian diri seseorang terhadap obyek yang bersangkutan dan dipengaruhi oleh lingkungan serta kesediaan untuk bereaksi terhadap obyek tersebut.
Ada yang berpendapat bahwa sikap berpangkal pada pembawaan atau kepribadian, dan ada yang menempatkan sikap sebagai motif atau suatu konstruk yang mendasari tingkah laku seseorang. Ada juga yang mengidentikkan sikap dengan keyakinan, kebiasaan, pendapat, dan konsep-konsep yang dikembangkan seseorang.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap tidak dapat dilihat secara langsung tetap harus ditafsirkan terlebih dahulu sebagai tingkah laku yang masih tertutup.
Sikap manusia bukanlah konstruk yang berdiri sendiri tetapi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konstruk lain, seperti :
1. Dorongan
adalah keadaan organisme yang menginisiasikan kecenderungan kearah aktifitas umum.
2. Motivasi
Kesiapan yang ditujukan pada sasaran dan dipelajari untuk tingkah laku bermotivasi.
3. Nilai-nilai
sasaran atau tujuan yang bernilai terhadap berbagai pola sikap yang dapat diorganisir.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
 
Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu. Sebab hal itulah manusia memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Satu diantara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dan juga menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Kesadaran terhadap kelemahan dirinya memaksa manusia mencari kekuatan diluar dirinya. Dengan kekuatan ini manusia berharap dapat terlindung dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya, baik fisik maupun non fisik. Seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan, ketakutan, dan sebagainya.
Manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. Sadar bahwa dibalik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi., bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.
Disana nantinya setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan selama hidup didunia. Manusia tahu benar bahwa segala perbuatan itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu  berusaha mencari sesuatu yang dapat menuntunnya kearah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan. 
          Dengan demikian bahwa pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Tapi tidak semua manusia yang memahaminya, sehingga banyak orang yang memeluk suatu agama semata-mata karena dasar keturunan. Akibatnya banyak orang yang beragama hanya pada lahirnya saja Atau yang sering dikenal dengan agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, seperti dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam satu hadistnya : Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal.
Maksud Nabi Muhammad SAW tersebut ialah agar manusia dalam memilih suatu agama benar-benar berdasarkan pertimbangan akalnya, dan bukan semata-mata karena  keturunan. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat-236 yang artinya :
Tidak ada paksaan untuk memasuki sesuatu agama, sesungguhnya telah jelas antara jalan (agama) yang benar dan jalan (agama) yang salah.
Oleh karena itu pandangan hidup sangat penting. Baik untuk kehidupan sekarang maupun di akhirat. Dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya.
Perlu disadari bahwa baik Tuhan maupun agama bagi kita adalah suatu kebutuhan. Bukan kebutuhan sesaat seperti makan, minum, tidur, dan sebagainya. Melainkan kebutuhan yang terus menerus dan abadi. Karena kita memerlukan perlindungan Allah SWT.


Referensi :
http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/31/manusia-dan-pandangan-hidup/
http://arbip.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://isdstai.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-pandangan-hidup.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar